Piramida Makanan untuk Ibu Hamil

Jumat, 23 Juli 2010

Ibu hamil perlu menjaga asupannya agar si kecil lahir sehat dan tidak kekurangan suatu apa pun. Makanan yang sehat dan bergizi berguna untuk kepentingan dan kesehatan si ibu, dan menjadi satu-satunya sumber makanan untuk bayi dalam kandungannya. Makanan selama kehamilan juga mempersiapkan nutrisi yang akan diberikan setelah bayi dilahirkan melalui air susu ibu.

Dijelaskan oleh dr Suririnah, penulis Buku Pintar Kehamilan dan Persalinan, bahwa selama kehamilan, ibu harus memenuhi kebutuhan bayi di dalam kandungannya. Sehingga semua kebutuhan kalori, protein, atau vitamin yang diperlukan si bayi untuk pertumbuhan tergantung pada si ibu.

Prinsip makan yang baik dan sehat selama kehamilan adalah diet makanan yang bervariasi dan seimbang berdasarkan piramida makanan sehat.

Dasar prinsip makan sehat selama kehamilan adalah dengan variasi diet makanan seimbang dari piramida makanan yang dianjurkan. Piramida makanan dibagi menjadi 4 tingkat makanan. Yang menempati bagian paling bawah adalah makanan yang paling sering dikonsumsi, dan makin ke atas, makanan yang sebaiknya dibatasi. Pembagiannya adalah:

1. Di tingkat paling dasar, sebaiknya diisi dengan asupan nasi, roti, sereal, dan sebagainya. Karbohidrat dibutuhkan untuk energi utama tubuh. Begitu pula dengan serat, vitamin, dan mineral. Jumlah penyajian yang dianjurkan adalah 6-7 kali nasi dan alternatif lainnya dalam sehari.

2. Buah-buahan serta sayuran ada di kelompok makanan kedua. Sumber vitamin dan mineral membantu pencernaan. Jumlah penyajian yang disarankan adalah 2 kali buah dan 2-3 kali sayuran dalam sehari.

3. Daging, ikan, telur, susu, tahu, dan lauk lainnya menempati posisi ketiga dari bawah. Beberapa sumber ini mengandung lemak dan kolesterol tinggi, jadi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Jenis ini merupakan sumber protein utama dan zat besi. Jumlah penyajian yang dianjurkan adalah 2 kali + 2 kali penyajian susu atau makanan yang tinggi akan kalsium.

4. Puncak atas piramida ditempati oleh bahan makanan minyak, lemak, gula, dan garam. Sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedikit, hanya sebagai penambah rasa dalam makanan.

Ditegaskan oleh dr Suririnah, perlu diupayakan untuk menjaga variasi makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Variasi tersebut dibutuhkan untuk memastikan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi selama kehamilan.

Aduh, Si Adik Tak Berani Tidur Sendiri

Minggu, 04 Juli 2010

Meski tentu tidak membahayakan, tapi ketika anak terbiasa tidur bersama orangtuanya terus menerus, tentu pada suatu titik akan berpengaruh pada tahapan kemandirian anak. Terutama anak-anak usia sekolah, seharusnya sudah belajar tidur di kamar sendiri. Manfaatnya selain latihan kemandirian adalah belajar memiliki privasi serta latihan beradaptasi menghadapi situasi yang tidak terduga dan seterusnya.

Penyebab:
* Takut berpisah atau merasa tidak diperhatikan lagi
Beberapa anak merasa masih takut berpisah dengan orangtuanya. Atau kalau tidur berpisah merasa sudah tidak disayang/diperhatikan lagi oleh orangtuanya.

* Sering mengalami mimpi buruk
Anak-anak yang mengalami mimpi buruk umumnya juga takut ketika harus mulai tidur sendiri.

* Kamarnya tidak nyaman (berantakan, banyak nyamuk, panas, dan pengap)
Biasa tidur di kamar orangtua yang luas, bersih dan nyaman, membuat sebagian anak enggan pindah ke kamarnya sendiri yang tak senyaman kamar orangtuanya.

* Pola asuh yang permisif
Sebagian orangtua terbiasa memperbolehkan apa saja yang diinginkan anaknya. Jadilah tiap kali anak kembali ingin tidur bersama orangtua diperbolehkan, meski sebenarnya sudah latihan untuk tidur di kamarnya sendiri.

* Masih selalu dianggap anak kecil
Anak tunggal, anak bungsu, umumnya selalu dianggap anak kecil oleh orangtua sehingga tidur pun masih selalu bersama meski sudah duduk di bangku SD.

Solusi:
Sesuaikan solusi dengan penyebabnya. Kalau penyebabnya adalah ketakutan berpisah, berikan penjelasan bahwa meski tidur terpisah tidak berarti orangtua tidak memerhatikannya lagi, sebaliknya itu adalah tanda bahwa ia sudah besar dan pintar. Kalau anak sering mimpi buruk, coba kurangi aktivitasnya di siang hari. Kelelahan bisa menjadi salah satu penyebab anak sering mimpi buruk.

Bila yang menjadi penyebab adalah kamarnya yang tidak nyaman, ajak anak untuk mendekorasi sendiri kamarnya sehingga terasa lebih nyaman. Memasang gambar tokoh idolanya, bed cover yang sesuai, dijaga kebersihannya, dan seterusnya. Bila yang menjadi masalah adalah pola asuh, maka mau tak mau, orangtua harus berbesar hati untuk mengubah pola asuhnya. Lakukan "pindahan kamar" ini secara bertahap, misalnya hanya di hari sekolah, sementara hari libur masih tidur bersama, atau sebelum tidur orangtua masih menemani sebentar, dan seterusnya.

(Tim panduan buklet bonus Nakita)

 

Browse