Salah satu ulah yang sering dilakukan anak-anak kita adalah bertengkar dengan saudara kandungnya sendiri. Ulah ini sudah pasti membuat kita pusing. Jalan keluar apa yang seharusnya kita pilih?
Menurut Dr Richard C. Woolfson, yang menulis buku Mengapa Anakku Begitu?, penyebab pertengkaran kakak-adik adalah rasa cemburu. Sebuah riset bahkan menguatkannya dengan mengatakan bahwa pertengkaran juga berkaitan dengan jarak usia kakak-adik yang terlalu dekat.
Hukuman yang tepat kita berikan kepada kedua anak kita adalah melarang menonton televisi, baik si adik maupun kakak. Bisa juga melarang keduanya untuk menikmati camilan yang kita simpan di dapur. Sebagai gantinya, mereka harus menyelesaikan tugas yang kita berikan. Misalnya, mengharuskan mereka merapikan mainan dan menaruhnya di tempat penyimpanan mainan secara bekerjasama.
Meskipun demikian, bukan berarti dalam setiap pertengkaran kita harus mengintervensi, sebab pertengkaran kecil bukanlah kapasitas kita untuk ikut campur. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri dan saling meminta maaf. Jika tidak, konsekuensinya mereka tak bisa lagi bermain atau bercanda bersama. Bahkan, tak bisa saling berbagi apa yang mereka punya.
Kakak dan Adik Kok Berantem Terus?
Kamis, 28 Januari 2010Pentingnya Pemeriksaan Dalam
Jumat, 22 Januari 2010Periksa Dalam (PD) merupakan pemeriksaan rutin dalam ilmu kebidanan dan kandungan selain inspeksi (pemeriksaan dari luar). Pada dasarnya pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kehamilan dan kelainan lain pada organ reproduksi, sehingga berbagai risiko atau dampak negatif pada kehamilan yang muncul bisa ditangani.
Untuk memantau kehamilan, PD umumnya dilakukan pertama kali pada usia kandungan sekitar 34-36 minggu. PD dilakukan dokter untuk menilai kapasitas atau ukuran panggul, apakah tergolong cukup luas, sedang, atau sempit untuk dilalui janin. Dengan begitu, dokter dapat memprediksi apakah persalinan dapat dilakukan normal atau tidak.
PD dilakukan kembali pada usia kehamilan 38-40 minggu, dan menjelang persalinan. Saat itu, Anda biasanya mulai mengalami mulas secara teratur. Kali ini PD bertujuan untuk memantau atau menilai kemajuan persalinan, besarnya pembukaan mulut rahim, sudah mencapai pembukaan berapa, atau sejauh mana pembukaannya. PD juga dilakukan untuk memantau bagaimana turunnya bagian tubuh janin ke dalam rongga panggul. Dokter juga akan memeriksa kondisi air ketuban, bagaimana selaput ketuban, apakah masih utuh atau sudah pecah.
Deteksi masalah lain
PD umumnya tidak perlu dilakukan di awal kehamilan atau trimester pertama. Tetapi PD dapat dilakukan bila ada indikasi atau Anda mengalami keluhan yang mengarah pada kecurigaan adanya kelainan atau gangguan. Misalnya, munculnya keputihan tidak normal yang disertai bau, gatal, dan berwarna. Selain itu juga kalau Anda mengeluhkan keluarnya lendir yang membuat Anda merasa tak nyaman, atau flek-flek yang dikhawatirkan terjadinya keguguran.
Pada kesempatan ini, PD dilakukan selain untuk mencari tahu apa penyebabnya juga untuk menilai seberapa banyak lendir keputihan ada di jalan lahir, apakah masih dalam taraf normal atau tidak.
PD juga bisa dilakukan ketika terjadi perdarahan selama kehamilan, misalnya perdarahan dari rahim yang bisa berdampak buruk pada kehamilan. PD kali ini bertujuan mencari dimana sumbernya, dan apa penyebabnya sehingga dapat segera ditentukan apa tindakan atau terapi yang mesti dilakukan.
Di luar kehamilan dan persalinan, PD juga dapat dilakukan bila diduga terjadi kelainan vagina (apakah terdapat radang, luka, tumor atau kanker bibir rahim), keadaan bibir rahim (kering, licin, terbuka/tertutup), dan cairan dari rongga rahim (adanya darah atau keputihan).
Narasumber: dr Irsyad Bustamam, SpOG, dari RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta
Agar Tak Nyeri Saat Periksa Dalam
Rabu, 13 Januari 2010Periksa Dalam (PD) merupakan pemeriksaan rutin dalam ilmu kebidanan dan kandungan selain inspeksi (pemeriksaan dari luar). PD terdiri atas vaginal touch (colok vagina) dan inspekulo (melihat saluran kelamin luar dengan menggunakan alat spekulum). Pada dasarnya pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kehamilan dan kelainan lain pada organ reproduksi, sehingga berbagai risiko atau dampak negatif pada kehamilan yang muncul bisa ditangani.
Menurut dr Irsyad Bustamam, SpOG, dari RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta, biasanya sebelum PD dokter akan memberitahu Anda agar tidak kaget atau tegang, terutama jika Anda baru pertama kali mengalami PD. Untuk Anda yang sebelumnya pernah mengalami PD, mungkin lebih mampu mempersiapkan dirinya untuk rileks.
Anda kemudian diminta bersikap santai sambil menarik nafas agar rileks. Dengan menciptakan kondisi seperti itu, maka ketika diperiksa otot-otot tubuh akan lunak, lentur, dan mengendur, termasuk otot-otot di sekitar vagina. Alhasil, alat spekulum atau jari tangan dokter tidak terasa sehingga rasa sakit berkurang. Dengan bersikap rileks, gangguan di daerah rahim bisa lebih mudah dideteksi. Begitu pun, misalnya ada infeksi atau benjolan di jalan lahir, dokter akan mudah merabanya.
Sebaliknya, bila Anda merasa tegang atau takut, secara refleks otot-otot di sekitar paha akan menutup ke dalam. Padahal, posisi kedua paha sebaiknya dalam posisi cukup terbuka. Pun, otot-otot sekitar vagina akan mengerut. Ujung-ujungnya, dokter akan kesulitan untuk memeriksa bagaimana bagian dalam vagina. Begitu pun Anda jadi merasa tak nyaman bahkan bisa lebih sakit atau nyeri saat dilakukan PD.
Sebab itu, percayakan pada dokter sepenuhnya akan pemeriksaan yang dilakukannya, karena pasti sesuai profesi dan etika kedokteran yang disandangnya. Dengan dukungan Anda dan komunikasi yang baik dengan dokter, niscaya dokter akan melakukan PD secara cermat dan teliti. Agar suasana lebih nyaman, tak ada salahnya meminta didampingi suami, ibu, atau ibu mertua saat pemeriksaan.
Beda Folat dan Asam Folat
Jumat, 01 Januari 2010Ibu hamil, maupun perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, biasanya disarankan untuk mengonsumsi asam folat. Entah itu dalam bentuk susu yang mengandung asam folat, suplemen asam folat, maupun folat yang dalam bentuk bahan makanan alami. Sebenarnya, apa sih beda antara folat dan asam folat? Benarkah konsumsi asam folat secara rutin bisa meningkatkan risiko kanker? Apa pula yang dimaksud dengan asam folat sintetis?
Folat dan asam folat sama-sama bagian dari vitamin B, yang penting bagi pertumbuhan sel dan metabolisme tubuh. Bedanya, asam folat adalah vitamin sintetis dari folat. Keduanya diperlukan untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia.
Folat banyak ditemukan pada sayuran berwarna hijau seperti bayam, brokoli, terung, kacang-kacangan, dan buah-buahan seperti alpukat dan buah kiwi. Sedangkan asam folat biasanya tersedia dalam bentuk suplemen atau tergabung dalam multivitamin buatan lainnya.
Kebutuhan kita akan folat dan asam folat meningkat pada masa awal kehamilan. Penelitian membuktikan, konsumsi suplemen asam folat pada kehamilan dapat mencegah terjadinya cacat saraf (neural tube defect - NTD) pada janin.
Penelitian seputar efek asam folat dan kanker menimbulkan kontroversi. Ada yang mengatakan, asam folat bisa menurunkan risiko kanker. Di lain pihak, disebutkan asam folat justru meningkatkan risikonya, bila dikonsumsi dalam dosis besar. Riset seputar pendapat terakhir ini masih berlanjut. Dan, ada baiknya kita mengonsumsi asam folat hanya pada saat sedang butuh. Misalnya, sewaktu hamil atau mengalami anemia.
Narasumber: Dr Alyya Siddiqa, SpFK, dokter spesialis farmakologi klinik dan dosen di departemen Farmakologi FKUPN "Veteran" Jakarta.