Makan Bersama Turunkan Risiko Anak Terjebak Narkoba

Minggu, 22 Agustus 2010

Semakin meningkatnya aktivitas anak sepulang sekolah dan panjangnya aktivitas kerja orangtua, membuat keluarga di zaman modern ini semakin sulit untuk mendapatkan waktu yang berkualitas untuk berbagi cerita setiap harinya, seperti saat makan malam. Padahal, banyak pakar kesehatan dan psikolog yang menyatakan makan malam bersama dalam sebuah keluarga dapat memberikan atmosfer positif untuk tumbuh kembang anak secara fisik dan psikis, terutama di usia batita, pra-sekolah, sekolah, hingga masa remaja.

Seperti sebuah studi yang pernah dilakukan oleh National Center on Addiction and Substance Abuse (CASA) Columbia University, Amerika Serikat menuturkan hasil penelitiannya bahwa makan bersama keluarga dapat membantu anak untuk beberapa cara, seperti membantu mereka mendapatkan nilai yang lebih baik dan menjauhkan mereka dari penggunaan rokok, alkohol, marijuana, dan zat adiktif lainnya.

Sebuah studi lain dari University of Minneapolis, Amerika Serikat, menemukan tren serupa berkaitan dengan keluarga. Hasil penelitian itu menyebutkan bahwa semakin banyaknya frekuensi makan malam bersama keluarga berhubungan dengan semakin banyaknya terjadi perilaku positif anak.

Makan malam yang baik seharusnya jika dilakukan di meja makan dan bersama anggota keluarga yang lain, dan tidak perlu dilakukan di sebuah restoran, karena hal ini cukup dilakukan di rumah saja. Sayangnya, kecenderungan anak sekarang, malah lebih senang makan di depan televisi. Seperti dijabarkan dari studi oleh Children's Nutrition Research Center (CNRC) menyatakan bahwa anak yang memiliki kelebihan berat badan (obesitas), frekuensi makan di depan televisi sebesar 50 persen. Sedangkan untuk anak dengan berat normal, frekuensi makannya hanya 35 persen di depan televisi.

Dengan beberapa studi yang disebutkan di atas, terlihat bahwa banyak poin positif yang bisa diambil dari sebuah kegiatan makan malam bersama lengkap dengan orangtua dan anggota keluarga lainnya. Maka para orangtua anak sebaiknya dapat menyisihkan waktu setiap hari atau minimum seminggu tiga kali untuk aktivitas ini.

Untuk beberapa poin lain yang menarik dari kesempatan makan malam bersama ialah setiap anggota akan menikmati makanan yang lebih sehat dibanding jajan di luar rumah, memiliki waktu mengobrol lebih lama dengan buah hati, dan anak pun dapat belajar mendengarkan problem anggota keluarga yang lain sekaligus berdiskusi mencari solusinya. Mari, saatnya luangkan waktu Anda untuk makan malam bersama keluarga tercinta.

Menyapih Anak dari Botol Susunya

Rabu, 04 Agustus 2010

Buat si kecil, meminum susu di dalam botolnya adalah suatu pengalaman nikmat tiada tara. Botol dan susunya tak beda dengan selimut hangat atau boneka beruang kesayangannya. Ketika Anda bepergian bersamanya, dan persediaan susu telah habis, si kecil bagaikan sedang "sakau" minum susu. Gelisah, uring-uringan, dan merepotkan.

Ketika sudah waktunya bagi mereka untuk belajar menggunakan gelas untuk minum susu, tantangannya berikutnya menanti. Berpisah dengan botol susu bukanlah ide menarik untuk si kecil. Meninggalkan botol sama rasanya dengan meninggalkan teman baiknya. Namun, Anda memang harus tega menggusur botol susunya itu.

Yang perlu Anda lakukan saat menerapkan latihan ini adalah kegigihan, ketekunan, dan selalu mengingat bahwa latihan ini akan berhasil. Buktinya, Anda tak pernah melihat murid TK masuk sekolah sambil membawa botol susunya, bukan? Berikut langkah yang bisa Anda lakukan:

Singkirkan botolnya
Menyapih anak memerlukan komitmen yang tinggi. Ketika Anda memutuskan ini waktunya anak berhenti menggunakan botol susu, sebaiknya botol susu pun tak lagi beredar di dalam rumah. Menyimpan botol di meja atau rak piring hanya akan membuat si kecil terus merengek dan mempersulit transisinya.

Cara satu-satunya: singkirkan botol tersebut dan pastikan si kecil melihat Anda melakukannya. Masukkan botol susu ke dalam tas, dan katakan pada anak bahwa Anda akan memberikan botol tersebut kepada anak lain yang lebih membutuhkan. Ajak anak membawanya ke kotak pos, ucapkan perpisahan, dan minta ia tetap tabah.

Tukarkan
Bila si kecil belum bersedia melepaskan botol susunya, Anda bisa menawarkan alternatif untuk memikatnya. Misalnya, dengan memberikan sippy cup (gelas yang diberi penyedot) sebelum benar-benar mengharuskannya menggunakan gelas. Atau, Anda bisa memberikan susu cokelat sebagai pengganti susu putihnya yang biasa. Anda harus hati-hati, agar anak yang tergolong pemilih tidak lantas memilih jenis minuman yang kurang bergizi.

Tekunlah
Tentu akan ada "pemberontakan-pemberontakan" kecil saat menjalani proses ini. Entah ia menangis sepanjang waktu, terjadi temper tantrum, atau ia bersikeras tak mau minum susu. Apapun yang terjadi, jangan menyerah. Anda telah membuat keputusan untuk menyingkirkan botolnya untuk alasan yang tepat, jadi tetaplah dengan rencana Anda. Proses ini tak akan mudah, namun bila Anda melunak, Anda hanya akan mempersulit kemajuan si kecil dan Anda sendiri.

Piramida Makanan untuk Ibu Hamil

Jumat, 23 Juli 2010

Ibu hamil perlu menjaga asupannya agar si kecil lahir sehat dan tidak kekurangan suatu apa pun. Makanan yang sehat dan bergizi berguna untuk kepentingan dan kesehatan si ibu, dan menjadi satu-satunya sumber makanan untuk bayi dalam kandungannya. Makanan selama kehamilan juga mempersiapkan nutrisi yang akan diberikan setelah bayi dilahirkan melalui air susu ibu.

Dijelaskan oleh dr Suririnah, penulis Buku Pintar Kehamilan dan Persalinan, bahwa selama kehamilan, ibu harus memenuhi kebutuhan bayi di dalam kandungannya. Sehingga semua kebutuhan kalori, protein, atau vitamin yang diperlukan si bayi untuk pertumbuhan tergantung pada si ibu.

Prinsip makan yang baik dan sehat selama kehamilan adalah diet makanan yang bervariasi dan seimbang berdasarkan piramida makanan sehat.

Dasar prinsip makan sehat selama kehamilan adalah dengan variasi diet makanan seimbang dari piramida makanan yang dianjurkan. Piramida makanan dibagi menjadi 4 tingkat makanan. Yang menempati bagian paling bawah adalah makanan yang paling sering dikonsumsi, dan makin ke atas, makanan yang sebaiknya dibatasi. Pembagiannya adalah:

1. Di tingkat paling dasar, sebaiknya diisi dengan asupan nasi, roti, sereal, dan sebagainya. Karbohidrat dibutuhkan untuk energi utama tubuh. Begitu pula dengan serat, vitamin, dan mineral. Jumlah penyajian yang dianjurkan adalah 6-7 kali nasi dan alternatif lainnya dalam sehari.

2. Buah-buahan serta sayuran ada di kelompok makanan kedua. Sumber vitamin dan mineral membantu pencernaan. Jumlah penyajian yang disarankan adalah 2 kali buah dan 2-3 kali sayuran dalam sehari.

3. Daging, ikan, telur, susu, tahu, dan lauk lainnya menempati posisi ketiga dari bawah. Beberapa sumber ini mengandung lemak dan kolesterol tinggi, jadi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Jenis ini merupakan sumber protein utama dan zat besi. Jumlah penyajian yang dianjurkan adalah 2 kali + 2 kali penyajian susu atau makanan yang tinggi akan kalsium.

4. Puncak atas piramida ditempati oleh bahan makanan minyak, lemak, gula, dan garam. Sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedikit, hanya sebagai penambah rasa dalam makanan.

Ditegaskan oleh dr Suririnah, perlu diupayakan untuk menjaga variasi makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Variasi tersebut dibutuhkan untuk memastikan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi selama kehamilan.

Aduh, Si Adik Tak Berani Tidur Sendiri

Minggu, 04 Juli 2010

Meski tentu tidak membahayakan, tapi ketika anak terbiasa tidur bersama orangtuanya terus menerus, tentu pada suatu titik akan berpengaruh pada tahapan kemandirian anak. Terutama anak-anak usia sekolah, seharusnya sudah belajar tidur di kamar sendiri. Manfaatnya selain latihan kemandirian adalah belajar memiliki privasi serta latihan beradaptasi menghadapi situasi yang tidak terduga dan seterusnya.

Penyebab:
* Takut berpisah atau merasa tidak diperhatikan lagi
Beberapa anak merasa masih takut berpisah dengan orangtuanya. Atau kalau tidur berpisah merasa sudah tidak disayang/diperhatikan lagi oleh orangtuanya.

* Sering mengalami mimpi buruk
Anak-anak yang mengalami mimpi buruk umumnya juga takut ketika harus mulai tidur sendiri.

* Kamarnya tidak nyaman (berantakan, banyak nyamuk, panas, dan pengap)
Biasa tidur di kamar orangtua yang luas, bersih dan nyaman, membuat sebagian anak enggan pindah ke kamarnya sendiri yang tak senyaman kamar orangtuanya.

* Pola asuh yang permisif
Sebagian orangtua terbiasa memperbolehkan apa saja yang diinginkan anaknya. Jadilah tiap kali anak kembali ingin tidur bersama orangtua diperbolehkan, meski sebenarnya sudah latihan untuk tidur di kamarnya sendiri.

* Masih selalu dianggap anak kecil
Anak tunggal, anak bungsu, umumnya selalu dianggap anak kecil oleh orangtua sehingga tidur pun masih selalu bersama meski sudah duduk di bangku SD.

Solusi:
Sesuaikan solusi dengan penyebabnya. Kalau penyebabnya adalah ketakutan berpisah, berikan penjelasan bahwa meski tidur terpisah tidak berarti orangtua tidak memerhatikannya lagi, sebaliknya itu adalah tanda bahwa ia sudah besar dan pintar. Kalau anak sering mimpi buruk, coba kurangi aktivitasnya di siang hari. Kelelahan bisa menjadi salah satu penyebab anak sering mimpi buruk.

Bila yang menjadi penyebab adalah kamarnya yang tidak nyaman, ajak anak untuk mendekorasi sendiri kamarnya sehingga terasa lebih nyaman. Memasang gambar tokoh idolanya, bed cover yang sesuai, dijaga kebersihannya, dan seterusnya. Bila yang menjadi masalah adalah pola asuh, maka mau tak mau, orangtua harus berbesar hati untuk mengubah pola asuhnya. Lakukan "pindahan kamar" ini secara bertahap, misalnya hanya di hari sekolah, sementara hari libur masih tidur bersama, atau sebelum tidur orangtua masih menemani sebentar, dan seterusnya.

(Tim panduan buklet bonus Nakita)

Ukuran Tubuh Anak Berdampak pada Kanker Payudara

Sabtu, 19 Juni 2010

Ukuran tubuh anak perempuan ternyata memiliki pengaruh terhadap perkembangan kanker payudara. Hasil penelitian dari BioMed Central dalam Jurnal Penelitian Kanker Payudara menyebutkan, anak perempuan yang lebih ramping pada usia tujuh tahun berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini di kemudian hari.

Ukuran tubuh lebih besar saat usia tujuh tahun berasosiasi dengan berkurangnya risiko kanker payudara pasca-menopause. Tentu saja faktor lain turut memengaruhi, seperti masa tubuh saat dewasa dan densitas payudara. Namun, menjaga ukuran tubuh dan menyesuaikannya dengan faktor lain bisa menjadi pencegahan kanker.

Ukuran tubuh saat usia anak perempuan tujuh tahun juga bisa menentukan karakteristik tumor, terutama bagaimana status reseptor (sel yang peka rangsangan) estrogen. Anak dengan tubuh lebih besar bisa menjadi pelindung dari reseptor estrogen tumor negatif.

Sebaiknya simpan foto anak Anda saat usia tujuh tahun untuk melihat perkembangannya. Sebab, bukti foto ini bisa menjadi alat bantu, terutama prognosis model penanganan risiko kanker payudara.

"Stroller Dos and Don'ts"

Jumat, 04 Juni 2010

Peralatan yang satu ini akan memudahkan orangtua dan bayi dalam banyak hal. Namun, bagaimana memilih kereta dorong yang baik?

Utamakan kualitas. Bila dana memungkinkan, pilihlah produk bermutu bagus yang memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, dan penggunaan yang lebih lama. Biasanya, sandaran kereta dorong seperti ini bisa diatur sesuai usia dan kemampuan atau tahapan perkembangan bayi.

Perhatikan setiap detailnya dan sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk bayi yang belum bisa duduk sendiri, sandaran kereta dorongnya harus dalam keadaan rebah. Ketika bayi sudah bisa didudukkan, sandarannya bisa diatur menjadi lebih tegak.

Cermati rodanya. Pilih kereta dorong dengan roda-roda yang kokoh dan mudah dikendalikan. Ingat, medan yang akan dilewati mungkin tak hanya lantai yang mulus, tapi juga jalan beraspal yang berbatu, rerumputan di taman, jalan berpasir, dan sebagainya.

Selain itu, kereta bayi yang baik mempunyai roda yang ketinggiannya sama saat bayi berada di atasnya, tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. Roda yang bisa dipompa atau roda mati berisi busa padat adalah pilihan yang paling tepat.

Jangan pernah melepaskan pengasuhan bayi sepenuhnya pada "ibu berjalan" alias stroller. Orangtua dan pengasuh tetap perlu memberikan stimulasi taktil lewat usapan, membelai, atau sesekali memijat-mijat tangan dan kakinya, mengingat mengusap-usap atau menepuk-nepuk punggung dan mendekap si kecil agak sulit dilakukan bila menggunakan kereta dorong.

Berikan rangsangan suara atau stimulasi auditori. Sesekali berhentilah mendorong stroller, lalu posisikan diri dengan berjongkok di depan si kecil, dan ajaklah ia bercakap-cakap dengan suara lembut tentang hal-hal yang dilihatnya sepanjang jalan.

Gunakan kereta dorong ringan dan praktis. Kereta dorong yang ringan dan praktis dilipat sangat memudahkan ketika kita pergi berdua saja dengan bayi. Dengan begitu, saat satu tangan harus menggendong bayi, tangan lainnya bisa membuka atau melipat kereta bayi dengan mudah. Namun, biasanya kereta dorong semacam ini diperuntukkan bagi bayi yang sudah agak besar dan bisa duduk tegak.

Perhatikan kelengkapannya. Berupa tali pengaman, penahan roda, dan tudung pelindung matahari. Jangan lupa, rangkanya juga tak boleh bersudut tajam.

Pastikan konstruksi stroller aman dan kokoh. Keamanan konstruksi salah satunya terlihat dari bagian bawah kereta yang cukup lebar untuk menghindari kemungkinan terbalik.

Pastikan remnya berfungsi dengan baik. Hal ini untuk menghindari kecelakaan bayi meluncur sendirian saat ditinggal di kereta dorongnya. Kereta dorong yang baik mempunyai pengunci roda yang sempurna.

Cermati apakah kereta dorong memiliki leg holes. Pemisah kaki atau leg holes umumnya berupa tali pengaman yang diletakkan di antara kaki bayi. Fitur ini memungkinkan tubuh bayi tetap tertahan di tempatnya saat melorot.

Pasang sabuk pengaman dengan sempurna. Selalu pasangkan sabuk pengaman saat si kecil duduk di kereta. Pilih produk yang memiliki sabuk pengaman dari bahan lembut tetapi kokoh. Pengaitnya juga harus dapat dioperasikan dalam sekejap, tetapi tak gampang dilepaskan oleh si kecil. Saat membeli, jangan segan untuk melakukan uji coba memasanglepaskan pengaitnya.

Jangan membebani gagang kereta dorong dengan tas berat. Tindakan ini akan membuat kereta dan bayi di dalamnya terjungkal.

Cuci stroller. Setiap kali terkena tumpahan makanan, bersihkan segera kereta dorong agar tak menjadi sarang bagi kuman dan jamur. Paling tidak sebulan sekali, cuci roda-roda kereta berikut kain/joknya. Umumnya rangka kereta dorong bayi masa kini dibuat dari logam ringan yang tahan karat.

Bolehkah Mengurangi Nasi Saat Hamil?

Kamis, 27 Mei 2010

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan perempuan yang tengah hamil adalah bagaimana cara membuat dirinya kembali langsing usai melahirkan. Banyak perempuan yang menganggap hal ini suatu pemikiran yang egois, mengingat Anda toh melakukannya demi si kecil. Namun, bagaimana pun juga, hal itu juga suatu perasaan yang wajar.

Agar kita tak terjebak makan berlebihan dan membuat bobot naik lebih dari 20 kg (ditambah lagi Anda bisa terkena risiko diabetes gestasional), bolehkah kita mengurangi asupan karbohidrat? Berapa sih asupan karbohidrat yang dianggap aman dan sehat untuk ibu hamil? Apakah diet semacam ini diperbolehkan?

Mengurangi karbohidrat memang menjadi fokus perhatian banyak perempuan, tak terkecuali ketika sedang mengandung. Namun menurut Michelle Moss, penulis buku elektronik Pregnancy Without Pounds, sebaiknya Anda memang tidak menyingkirkan satu kelompok makanan pun dari pola makan Anda, khususnya selama kehamilan.

Hal itu tidak berarti Anda lalu bebas mengonsumsi nasi, kentang goreng, pasta, pizza, cakes, dan cookies. "Yang dimaksud adalah bahwa Anda seharusnya mencoba mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk karbohidrat berkualitas baik. Hal ini untuk memastikan Anda maupun bayi di dalam kandungan terpenuhi nutrisinya," ujar Moss.

Boleh-boleh saja Anda menjalankan diet rendah karbohidrat, selama jumlahnya masih cukup untuk mendukung perkembangan bayi dan memenuhi kebutuhan nutrisi Anda sendiri. Karbohidrat menyediakan gizi, protein, dan lemak sehat untuk si bayi. Mengurangi terlalu banyak karbohidrat bisa membahayakan kehamilan, karena karbo diperlukan bersama dengan lemak untuk menghasilkan energi bagi ibu hamil. Tanpa jumlah karbohidrat berkualitas baik yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan lemaknya dalam cara yang normal, sehingga ada pemecahan lemak yang tidak sempurna (disebut ketones). Ketika ketones terakumulasi dalam darah dan urine, hal itu menyebabkan ketosis –kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan retardasi mental pada janin.

Karbohidrat berkualitas baik antara lain nasi merah dan bubur oats dari gandum utuh. Yang perlu dikurangi adalah karbohidrat berbahan dasar tepung, seperti nasi putih, roti putih, dan pasta putih. Kurangi juga makanan yang mengandung lemak dan gula. Nasi merah mengandung serat lebih banyak daripada nasi putih, sehingga hal ini bisa membantu Anda mencegah sembelit.

Karbohidrat sebaiknya juga selalu ditemani dengan sayuran dan protein untuk memastikan keseimbangan gizinya. Misalnya, nasi merah dengan tumis ayam dan sayuran. Atau, ayam rebus dan salad. Jangan lupakan juga asupan buah-buahan untuk menjaga kebutuhan serat.

Mengurangi karbohidrat tidak akan baik jika Anda mengalami kadar gula rendah. Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat justru menyebabkan kadar gula naik, dan meningkatkan risiko diabetes gestasional (diabetes yang terjadi selama kehamilan). Intinya adalah, makanlah dalam jumlah secukupnya.

Gamis Untuk Ibu Hamil

Kamis, 06 Mei 2010
Membeli gamis untuk ibu hamil adalah merupakan hal yang tidak begitu sulit. Saya melihat banyak sekali toko BAJU HAMIL yang menyedian gamis ini. Harga yang ditawarkan juga masih terbilang cukup terjangkau untuk kantong masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Gamis untuk ibu hamil memiliki banyak motif yang bisa anda pilih, dari yang motif bunga sampai dengan gamis yang memiliki motif kotak. Dan tentu untuk urusan bahan, pemilihan bahan yang sejuk dan nyaman menjadi pilihan utama bagi seluruh toko busana muslim.

Banyak toko yang memberikan promosi untuk menjaring konsumen baru, baik yang eceran maupun untuk GROSIR BUSANA MUSLIM. Selain itu banyak diskon yang diberikan, bahkan saya lihat ada yang diskon sampai 70%. Selain dengan diskon, kita sebagai konsumen juga mendapatkan berbagai penawaran seperti beli 2 dapat 3.

Kapan Saat Tepat Perkenalkan MP-ASI Pada Bayi?

Selasa, 04 Mei 2010

"Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan paling sesuai untuk semua bayi baru lahir. ASI memiliki keuntungan-keuntungan gizi, imunologi, dan fisiologi yang lebih baik ketimbang susu formula komersial. Sehingga, pemberian ASI sangat penting, khususnya bayi-bayi yang lahir di negara berkembang, karena biaya dan metode persiapan susu formula bisa mengarah ke asupan gizi yang tidak memadai dan/ penyakit," jelas Khairani Diman, Sp.A, dokter anak di RSIA Kemang Medical Care, Ampera, Jakarta, saat acara program edukasi bagi ibu bertajuk Parenting Without Worries bersama Philips Avent, beberapa waktu lalu.

Khairani menjelaskan lebih lanjut, bahwa bayi bisa diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama usianya. Namun, Khairani menjelaskan, tak semua bayi bisa diberikan ASI eksklusif. Kriteria bayi yang bisa diberikan ASI eksklusif adalah yang usia kelahirannya cukup bulan dan sehat, juga bayi baru lahir prematur berisiko rendah (dilahirkan setelah usia kehamilan 32 minggu, tanpa masalah pernafasan).

Setelah 6 bulan, bayi sudah bisa dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Perkenalan MP-ASI merupakan tahapan penting dalam hidup seorang anak. Karena dari sinilah terbentuk kebiasaan dan perkembangan si anak. "Asupan MP-ASI harus disiapkan sedemikian rupa agar selalu selaras dengan proses pertumbuhan dan kemampuan bayi menerima makanan tersebut," jelas Khairani.

MP-ASI harus diberikan dan dikenalkan kepada bayi secara bertahap, baik dalam bentuk dan jumlahnya agar pencernaan bayi bisa beradaptasi. MP-ASI sebaiknya diberikan setelah bayi berumur 6 bulan. Menurut Khairani, pemberian MP-ASI harus memenuhi beberapa ketentuan, di antaranya; bahan makanan harus mudah dimakan, mudah dicerna, dan penyiapannya higienis, serta bergizi. Bila memungkinkan, gunakan bahan-bahan makanan lokal dan pastikan alat makan yang digunakan cukup higienis.

Khairani menyarankan agar para orangtua memperkenalkan MP-ASI dengan makanan yang dibuat sendiri. Selain karena dengan makanan yang dibuat sendiri, Anda bisa memiliki kendali penuh atas apa yang akan diasup oleh anak. Anda pun menanamkan kebiasaan makan makanan yang sehat sejak dini kepada anak. Lebih lagi, makanan yang dibuat sendiri akan lebih bergizi dan bebas zat-zat aditif, juga bisa lebih bervariasi, lebih lezat, murah, dan hemat.

Berbagi Tips dan Triks Gratis

Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.

Menghadapi Si Tukang Pilih Makanan

Rabu, 28 April 2010


Punya pengalaman menghadapi si kecil yang selalu memilih-pilih makanan? Kebanyakan anak-anak prasekolah memang tidak menyukai sejumlah makanan, terutama sayuran.

Memaksa mereka untuk makan sayuran, hanya akan membuat Anda naik darah. Karena, semakin dipaksa mereka akan semakin menolak. Yang harus Anda sadari adalah andil Anda dalam menyiapkan makanan. Anda lah orang yang akan menentukan jenis makanan yang akan dihidangkan di meja makan.

Nah, hal ini menuntun kecermatan Anda dalam menyajikan makanan. Pintar-pintar lah menghadirkan makanan yang akan dihidangkan di meja makan. Memang mereka yang akan menentukan, apakah akan memakan hidangan tersebut atau tidak. Berkeras untuk menghidangkan menu yang tidak disukai si kecil hanya akan membuat ia tidur dalam keadaan lapar. Cara ini juga tidak baik untuk masa pertumbuhannya.

Untuk itu, ada beberapa cara untuk menghadapi si kecil yang sering memilih-pilih makanan seperti ditulis oleh Parentsconnect.com:

1. Beri ia semangat untuk mencoba makanan yang baru
Jika ia tidak suka sayur brokoli, coba hidangkan brokoli dengan cara yang berbeda. Misalnya menaburkannya ke atas baked potato buatan Anda. Biarkan ia mengatakan apa yang ia rasakan setelah mencicipi makanan itu. Kalau ia mengatakan tidak suka, Anda bisa mencoba memasukkan menu tersebut beberapa minggu kemudian.

2. Jadikan diri Anda sebagai role model
Anda meminta si kecil untuk memasukkan buah ke dalam kotak makan siangnya? Sementara itu Anda sendiri jarang terlihat membawa buah untuk bekal makan siang Anda di kantor? Wah, Anda harus tahu kalau anak kecil selalu mengamati dan mencontoh orangtuanya. Mereka menjadikan Anda role model. Kalau Anda membawakan bekal kentang rebus untuknya, maka Anda harus membawa bekal kentang rebus untuk Anda juga.

3. Jangan memaksa
Semakin Anda memaksanya untuk makan, akan semakin keras ia menolak. Satu hal yang ada di dalam pikirannya, ada sesuatu yang tidak ia sukai di dalam makanan itu, dan Anda memaksanya untuk makan. Biarkan ia leluasa memiliki makanan yang ada di meja makan.

4. Jangan samakan selera makan
Bahkan anak kembar pun tidak punya selera makanan yang sama. Nah, tugas Anda adalah mengenal makanan favoritnya, lalu menyajikannya bersama menu makanan yang kurang sukainya (dalam satu piring, RED).

5. Tanyakan keinginannya
Kalau si kecil sangat pilih-pilih makanan, yang harus Anda lakukan adalah menanyakan apa menu favoritnya. Anda tidak ingin ia kelaparan karena tidak makan malam bukan? Namun karena makanan favoritnya belum tentu sehat, Anda harus berpikir lagi untuk memodifikasi menu tersebut dengan sayur atau apa pun yang Anda nilai sehat buatnya.

6. Ajak berbelanja dan membantu masak
Sesekali ajak ia untuk ikut memilih sayuran, buah, atau jenis makanan yang ia inginkan. Setelahnya, ajak ia untuk membantu memasak. Anak pasti ingin mencicipi masakan yang telah ia buat bersama Anda.

7. Beri porsi sesuai
Ukuran makan anak-anak pasti berbeda dengan porsi makanan orang dewasa. Satu mangkuk sayur bening tentu tidak harus dihabiskan oleh si kecil dalam sekali makan.

8. Biarkan si kecil makan banyak
Jika ia terlihat makan banyak untuk satu jenis makanan, biarkan saja. Tetapi pastikan ia juga memiliki asupan lain yang bisa membantu memberikan tenaga tambahan untuk beraktivitas.

9. Beri penghargaan
Katakan saja, kalau ia berhasil makan sayur selama seminggu penuh, akan ada hadiahnya. Misalnya, membeli buku cerita yang disukainya. Dorong ia untuk terus meningkatkan prestasinya ini.

10. Variasi
Jika si kecil memang sulit makan satu jenis sayuran atau ikan, pastikan Anda tahu trik menyembunyikan makanan agar si kecil tidak tahu kalau ia sedang menyantap makanan yang ia benci.

Melatih Si Kecil ke Kamar Mandi

Kamis, 22 April 2010


Ketika si kecil sudah berusia antara 18 - 36 bulan, itulah saat Anda mulai melatihnya melakukan potty training (melatih si kecil buang air kecil atau besar di kamar mandi). Latihan ini memang tidak mudah, karena mereka sudah terbiasa untuk buang air kecil atau air besar dalam diaper atau popok. Ketika popok tak lagi dikenakan, mereka juga "lupa" menyampaikan kapan mereka ingin buang air kecil atau buang air besar.

Salah satu kesulitan mereka memberi aba-aba pada orangtuanya mungkin karena mereka tidak paham tanda-tandanya, atau tidak bisa merasakan kapan ingin buang kecil. Anda lah yang harus memperhatikan kebiasaan atau tanda-tanda mereka ingin buang air kecil.

Untuk mulai berlatih, siapkan satu hari khusus untuk mengenali kapan mereka akan buang air kecil atau buang air besar. Nah, saat tanda-tanda itu sudah terlihat, bawa segera ia ke kamar mandi untuk membiasakan diri. Bila mungkin, coba atur waktu saat mereka buang air besar. Buat mereka mengerti bahwa sudah saatnya mereka menggunakan toilet layaknya anggota keluarga yang lain.

Memang butuh waktu untuk membiasakannya. Bukan tak mungkin mereka menangis dan merasa tertekan. Anda tidak perlu memaksakan bila mereka belum siap. Ajak saja mereka untuk membiasakan diri duduk di toilet sehari dua kali, entah mereka ingin buang air atau tidak.

Berikut trik potty training dari ParentsConnect.com:

1. Buat agenda atau aturan waktu. Cari tahu kebiasaan dan kapan ia biasanya buang air besar. Misalnya sehabis makan atau setelah bangun tidur.

2. Rutinitas. Jadikan kegiatan itu sebagai rutinitas. Mungkin awalnya mereka tidak langsung bisa. Namun setelah biasa duduk dalam kursi toilet maka akan ada proses atau dorongan untuk buang air besar. Terlebih jika mereka belum buang air saat Anda mengajak ke toilet.

3. Cari kegiatan. Buang air besar butuh waktu. Jadi selagi menunggu, buat ia merasa nyaman di kamar mandi. Misalnya dengan membawa buku mewarnai, buku cerita, atau aktivitas lain yang bisa dilakukan sambil duduk di toilet.

4. Tenang. Tak perlu terburu-buru atau memaksakan anak untuk buang air kecil atau buang air besar. Anda bisa membantunya dengan, misalnya, mengelus punggungnya agar ia tidak merasa sendirian.

5. Tunda. Jika si kecil menjadi rewel dan tidak tenang, ajak ia keluar kamar mandi dan mencoba lagi beberapa jam kemudian.

6. Beri contoh. Kalau ia kembali buang air kecil atau air besar di dalam popok, ajak ia ke kamar mandi, lalu ajari ia dengan perkataan ''Lihat, dek, kotoran harus dibuang lewat toilet ini''. Ajarkan pula ia menekan tombol flush untuk menggelontor kotoran ke dalam lubang toilet.

7. Lakukan setahap demi setahap dan beri hadiah. Temani saat ia sedang "beraktivitas" di toilet, sampai ia bisa ditinggal sendiri. Setelah itu biarkan ia melakukan sendiri. Sesudahnya, tanyakan apakah ia buang air besar? Jika ia berhasil buang air besar, beri dia hadiah. Misalnya buku cerita baru.

Medical Check Up untuk Perempuan

Jumat, 16 April 2010


Kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin masih rendah. Padahal berapa pun usia Anda, cek kesehatan penting bagi setiap orang, tak terkecuali perempuan. Deteksi dini penting, misalnya pada pemeriksaan pap smear, bisa mengawali deteksi apakah Anda terkena kanker serviks.

Bila Anda berniat untuk melakukan medical check up, berikut jenis pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya Anda mulai sejak dini:

1. Audiogram
Jangan abaikan kondisi pendengaran jika Anda sudah mulai menemukan gejalanya. Contohnya, kesulitan mendengar saat berbincang dengan lawan bicara, atau ketika ada suara berdengung di telinga, atau ketika ada riwayat penyakit serupa di keluarga. Gejala ini bisa mengarah pada otosclerosis atau kelainan genetik yang mendorong pertumbuhan abnormal pada tulang telinga. Kelainan ini lazim ditemukan pada perempuan dan seringkali muncul ketika masa kehamilan atau juga pada usia 15 dan 30 tahun.

Setelah melakukan cek audiogram dan hasilnya normal, periksakan kembali dua atau lima tahun berikutnya. Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda menderita masalah pendengaran yang parah, Anda membutuhkan alat bantu pendengaran.

2. Mineral tulang
Pemeriksaaan mineral tulang adalah untuk mendeteksi risiko osteoporosis. Penelitian The National Osteoporosis Foundation di Amerika menunjukkan dari sekitar 10 juta orang dewasa, 80 persennya adalah perempuan yang memiliki tulang rapuh. Bagi perempuan usia 65 tahun ke atas sebaiknya mulai periksa X-ray dengan DXA (dual-energy X-ray).

Periksakan kembali setiap lima tahun. Perempuan lebih rentan kehilangan 30 persen kepadatan tulangnya dalam kurun waktu lima atau tujuh tahun selama menopause. Tandanya untuk segera memeriksakan diri di antaranya, saat masa menopause berat Anda turun, pernah merokok, dan keluarga punya riwayat penyakit osteoporosis.

3. Mamogram
Pemeriksaan klinis area payudara ini bisa mendeteksi kanker payudara. Sejak usia 20 tahun, perempuan semestinya rutin memeriksakan payudara sebagai bagian dari regular check up. Saat usia 40 tahun, pemeriksaan mamogram atau pemeriksaan X-Ray untuk payudara sifatnya wajib. Lakukan pemeriksaan rutin setahun sekali setiap habis masa menstruasi. Setelah haid, kondisi payudara lebih peka. Selain itu, ketika di-pres di mesin mamografi, payudara tak akan terlalu sakit (jika dibandingkan bila Anda melakukan mamografi sebelum haid). Apakah Anda membutuhkan pemeriksaan ultrasound atau biopsi, semua bergantung pada kondisi payudara Anda, abnormal atau tidak.

4. Kolonoskopi
Medistra.com menuliskan, berdasarkan data statistik, orang dewasa usia 40 tahun ke atas terancam menderita kanker usus besar. Fokusnya pada orang yang hidup dengan pola makan kurang sehat.

Tindakan kolonoskopi dapat mendeteksi bahaya serangan kanker usus besar secara dini. Dengan menggunakan alat colonoscope, seorang dokter ahli dapat memeriksa seluruh dinding usus besar dengan teliti untuk mendeteksi adanya tumor ataupun polip. Bila dibiarkan, dengan berjalannya waktu tumor jinak bisa berubah menjadi tumor ganas (kanker).

Di negara-negara maju pemeriksaan kolonoskopi ini sangat dianjurkan sebagai bagian dari uji kesehatan untuk yang berusia di atas 40 tahun. Lakukan setiap 3-5 tahun sekali.

5. Mata
Pemeriksaan pada mata bisa mendeteksi dini masalah seputar penglihatan hingga katarak dan glaukoma. Glaukoma adalah kerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata (klinikmatanusantara.com). Jika kondisi mata masih bagus, Anda tetap butuh memeriksakan kondisi secara umum saja mulai usia 40 tahun.

Periksakan rutin setiap dua tahun hingga usia 65 tahun. Mulai usia 65 tahun, pemeriksaan mata perlu dilakukan rutin setahun sekali. Pengguna lensa kontak harus rutin memeriksakan diri ke dokter setahun sekali. Untuk penderita glaukoma, terapi dengan laser dan bahkan operasi menjadi tindakan lebih lanjut.

6. Mulut dan gigi
Pemeriksaan mulut dan gigi bisa mencegah kanker mulut. Pemeriksaan gigi minimal dilakukan dua kali dalam setahun. Pada masa kehamilan atau perempuan yang ber-KB, akan rawan terjadi radang gusi. Perempuan perokok dan peminum berat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk menderita penyakit gusi dan kanker mulut. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda menderita radang gusi, pembersihan rutin setahun dua kali bisa menjadi tindakannya. Namun jika ditemukan gejala abnormal, dokter gigi bisa mengambil tindakan biopsi.

7. Jantung
Anda perlu tahu bahwa tubuh aman dari risiko penyakit jantung, penyebab pertama kematian pada perempuan. Sekitar 64 persen perempuan yang meninggal karena serangan jantung tidak mempunyai gejala awal. Karenanya, mulai periksakan kesehatan jantung sejak usia 20 tahun, terutama orang dari keluarga yang punya riwayat hipertensi, kelebihan berat badan, dan perokok berat.

8. Kolesterol
Untuk mengetahui risiko penyakit jantung, periksakan kadar kolesterol sejak dini. Mulailah pemeriksaan dini sejak usia 20 tahun, apalagi jika ada anggota keluarga yang penderita kolesterol. Jika kondisi kesehatan jantung normal, periksa setiap lima tahun hingga usia 45 tahun. Lewat usia 45, periksakan rutin setiap tahun, apalagi jika kadar kolesterol tinggi.

9. Kulit
Deteksi kanker kulit bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin. Pada usia 30 tahun, terutama bagi yang sering terkena sinar matahari, Anda sudah harus memulai memeriksakan kesehatan kulit rutin setiap tahun. Ulangi setiap dua kali dalam setahun jika ternyata Anda menderita risiko tinggi.

10. Pap smear
Pemeriksaan pap smear penting untuk mendeteksi risiko kanker serviks. Berapa pun usia Anda, jika Anda aktif secara seksual segera periksakan pap smear. Klinik terdekat bahkan puskesmas atau bidan sudah menyediakan layanan ini. Pemeriksaan lebih canggih yang dikenal dengan thin prep pun sudah tersedia. Hasil yang lebih akurat bisa didapatkan dari cara canggih ini. Anda bisa mengantisipasi terjadinya kanker serviks yang menjadi momok menakutkan bagi banyak perempuan.

Menyembuhkan Tumor dan Kanker dengan Benalu

Minggu, 11 April 2010
Apakah benar tanaman benalu sedemikian hebatnya sehingga bisa menyembuhkan penyakit yang ganas seperti tumor dan kanker? Saya sendiri sedikit kaget dengan apa yang saya temukan di internet, namun sumber yang say abaca bisa dipercaya kebenarannya. Namun, tentu saja kita tidak usah takut untuk mencobanya, karena seperti yang kita ketahui bersama kalau OBAT HERBAL itu efek sampingnya sedikit atau bahkan tidak ada untuk tubuh. Jadi lebih baik memakai OBAT TRADISIONAL ketimbang tidak melakukan apa-apa untuk mengobati penyakit tumor dan kanker yang di derita.

Bagaimana cara mengolah tanaman benalu agar bisa berkhasiat menjadi obat tumor dan kanker? Dan bahan apa saja yang mesti ditambahkan, berikut ulasannya:

Tumor dan Kanker
Bahan: 1-2 batang benalu yang menempel pada 1 pohon teh, 1
batang rumput alang-alang, adas palawaras secukupnya.
Cara Membuat: semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai
mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari ½ gelas.

Mengapa Harus Tes Alergi?

Senin, 05 April 2010


"Anak saya berumur 7 tahun, sejak tiga bulan ini menderita gatal-gatal disertai bentol-bentol di kulit. Bila makan obat alergi yang diberikan dokter, keluhannya hilang. Tetapi begitu obat dihentikan, maka bentol-bentol di kulitnya timbul kembali.

Menurut dokter, kelainan yang diderita anak saya adalah urtikaria. Dokter menganjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung udang, kepiting, dan kacang. Ia juga tidak boleh meminum minuman yang berisi zat pengawet.

Semua nasihat dokter telah dituruti, namun bentol-bentol di kulit masih timbul kembali. Untuk itu dokter menganjurkan anak saya dites alergi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Apa manfaat tes tersebut? Bagaimana prosedur tes tersebut?"

Tes alergi memang dapat menunjang untuk menentukan penyebab alergi. Tetapi tes ini baru dapat digunakan bila telah dilakukan wawancara yang teliti mengenai timbulnya urtikaria pada anak Anda. Jadi misalnya pada riwayat penyakit didapatkan urtikaria timbul setelah makan kacang dan tes pun menunjukkan hasil positif terhadap alergen kacang, barulah dapat disimpulkan kemungkinan urtikaria karena kacang.

Sebaliknya dapat terjadi, tes alergi positif terhadap udang, padahal orang yang dites alergi bila makan udang tidak timbul alergi. Pada keadaan ini, tes alergi tidak dapat menunjang penyebab alergi. Selain tes alergi yang biasanya dilakukan di lengan, dapat juga dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan alergen penyebab serangan alergi.

Hanya pemeriksaan ini memakan waktu lama dan biayanya lebih mahal. Tes alergi berupa tes tusuk (prick test) dapat diketahui hasilnya dalam 15 menit. Prinsip tes ini adalah bahan alergen yang dicurigai (dalam bentuk cairan) diteteskan pada lengan dan dilakukan tusukan pada tetesan tersebut.

Bila penderita alergi terhadap salah satu bahan, maka akan timbul bentol dan kemerahan. Ukuran bentol menggambarkan derajat sensitivitas penderita terhadap alergen tersebut. Biasanya tes alergi ini dapat dilakukan pada anak di atas umur 4 tahun. Tes ini tidak dapat dilakukan bila terdapat kelainan di daerah kulit yang akan dites. Tes ini juga tidak dapat dilakukan bila pasien sedang dalam keadaan hamil.

Untuk menghindari pengaruh obat yang dapat mengurangi reaksi alergi pada tes tersebut, maka obat-obat yang termasuk golongan antihistamin tidak boleh dipakai sebelum tes. Jadi tes alergi dapat membantu, tetapi tidak memastikan penyebab alergi.

Prinsip pengobatan alergi adalah menghindari alergen, mengobati gejala dengan obat antialergi, serta terapi imun untuk mengurangi kepekaan terhadap alergen. Untuk urtikaria, bila penyebabnya dapat dikenal, maka penyebab tersebut perlu dihindari. Bila anak alergen terhadap makanan tertentu, maka makanan tersebut hendaknya dihindari.

Untuk menghilangkan gejala urtikaria, dapat diberikan obat golongan antihistamin. Pada umumnya, untuk mengobati urtikaria tidak diperlukan terapi imun.

Jangan Biarkan Anak Mencari Perhatian di Facebook

Minggu, 28 Maret 2010

Facebook makin mudah diakses, termasuk dari ponsel.
Jumat, 19/2/2010 | 13:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa tak kenal Facebook? Situs jejaring sosial tersebut telah menarik minat 1.333.649 user di Indonesia pada 2009, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara pengguna Facebook nomor satu di Asia Tenggara, dan nomor tujuh di dunia. Pesona Facebook yang menyediakan sederet fitur yang memungkinkan penggunanya berinteraksi langsung seperti chatting, tagging foto, blogging, dan bermain games itu, mampu menarik rasa penasaran orangtua, remaja, hingga anak-anak.

Sari, misalnya. Gadis kecil, yang masih duduk di kelas VI SD ini, selalu menyempatkan diri membuka aplikasi Facebook melalui ponsel kakaknya. Sebelum berangkat sekolah, Sari tak mau ketinggalan meng-update status di Facebook.

Jika tak ada ponsel beraplikasi Facebook, atau komputer berakses internet di rumah, anak-anak seperti Sari selalu menyempatkan diri mengunjungi warung internet sepulang sekolah. Begitu pula Aida (10). Karena tak punya akses internet di rumahnya, hampir setiap hari Aida pergi ke warnet untuk melihat notifikasi pada Facebook-nya.

"Atau main Farmville. Abis makan, minta duit, main," ujar Aida yang ditemui Kompas.com pada Jumat (19/2/2010).

Boleh dibilang hampir setiap hari Sari dan kawan-kawannya berusaha terus terakses dengan situs pertemanan dunia maya tersebut. Jika demikian kondisinya, apa pengaruhnya pada kehidupan sosial anak?

Psikolog anak Universitas Indonesia, Mayke S. Tedjasaputra, saat dihubungi Kompas.com hari Kamis (18/2/2010) berpendapat, penggunaan Facebook oleh anak usia dini seperti usia sekolah dasar dapat memperkenalkan perilaku negatif tertentu kepada anak. Hal tersebut dikarenakan, menurut Mayke, dengan Facebook anak dapat melacak kemana pun, mengenal siapa pun yang tidak pernah mereka lihat rupanya atau ekspresinya. Sehingga, anak-anak mudah ditipu melalui Facebook.

"Mereka bisa berkenalan dengan seseorang yang memanfaatkan mereka, mengajarkan hal-hal yang mengagumkan sampai anak-anak terkesima, mengajarkan perilaku tertentu, hingga yang negatif, seperti ajakan berhubungan intim," katanya.

Apalagi sebagai anak, kata Mayke, Sari atau Aida belum dapat memilah kepada siapa harus berteman di Facebook, dan kepada siapa tidak harus berteman. "Semua kembali kepada komunikasi orangtua dan anak. Keluarga adalah perisai utama di rumah. Lingkungan bisa memberi pengaruh apa saja pada anak," paparnya.

Dikatakan Mayke, orangtua memang tidak dapat mencegah penggunaan Facebook oleh anak. Namun, lanjutnya, orangtua dapat memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya agar sang anak tidak mencari perhatian orang lain di dunia maya.

"Kalau orangtua tidak memberi perhatian kepada anaknya, anak bisa mencari perhatian dari dunia luar. Bisa saja terjadi seperti NT (Nova, remaja yang diduga lari dengan teman Facebook-nya) yang berkenalan dengan teman Facebook," imbuh Mayke.

Perhatian pada anak, serta komunikasi yang terlain lancar antara orangtua dan anak, dapat menjadi perisai utama menghadang terpaan dampak negatif Facebook pada anak.

Si Kecil Sering "Overacting" di Kelas

Selasa, 23 Maret 2010

Biasanya, anak-anak yang baru pertama kali sekolah cenderung malu-malu untuk bertingkah laku berlebihan. Akan tetapi, ada kalanya seorang anak yang mempunyai bakat aktif justru akan semakin menunjukkan keaktivannya di depan teman-teman barunya.

Misalnya, dengan menunjukkan sikap tidak mau diam di dalam kelas sehingga merepotkan gurunya atau membuat teman-temannya jengkel. Selain itu, anak ini juga tak segan dan selalu melontarkan berbagai pertanyaan yang sebetulnya tak perlu kepada gurunya pada saat jam pelajaran sedang berlangsung.

Tentu hal ini membuat Anda kewalahan dengan sikapnya yang terlalu berlebihan dibandingkan sikap teman-teman lainnya. Sikap aktif memang baik. Namun, ada baiknya Anda juga berkonsultasi dan bicara panjang lebar dengan gurunya di kelas, mengenai sikap anak Anda yang terkadang membuat kesal.

Michele Borba, Ed D, penasihat para orangtua, dalam bukunya mengatakan, "Jika anak Anda betul-betul bersikap buruk dan tidak hormat kepada gurunya, Anda harus membuat janji untuk bertemu gurunya dan sang anak, lalu bersama-sama membicarakan secara detail kapan saja sang anak membuat kesulitan di kelas."

Namun, lanjutnya, jika alasan mengapa anak Anda sampai menyulitkan gurunya karena dipicu oleh saling ejek dengan teman-teman lainnya, mungkin yang bermasalah bukan cuma sang anak. Bisa jadi, pihak sekolah pun harus bertanggung jawab dalam menerapkan kedisiplinan kepada murid-muridnya yang lain.

"Sejak masalah yang timbul terlihat semakin berkembang, para orangtua yang mempunyai anak-anak bermasalah dalam bersikap hendaknya bekerja sama dengan pihak sekolah untuk membicarakan lebih lanjut masalahnya itu," lanjut Dr Borba.

Ada baiknya, lanjut Borba, ketika kelas sedang istirahat, Anda menengok keadaan anak, apakah ia memang bertingkah laku menyulitkan atau teman-teman dan pihak sekolahnyalah yang merangsang sikapnya yang overacting.

Yang terpenting, tambah Borba, jika anak Anda memang terbukti bermasalah dengan sikap dan tingkah lakunya, pihak sekolah harus membuat kesepakatan dengannya. Jangan sampai masalah ini Anda telan sendiri dengan menerapkan kedisiplinan keras terhadap anak, apalagi sampai melakukan tindak kekerasan fisik terhadapnya.

Bagaimanapun juga, untuk menyelesaikan masalah ini, tidak bisa Anda sendiri yang menangani. Perhatian dari pihak sekolah, terutama guru-gurunya di kelas, sangat penting untuk mendampingi anak-anak yang terbukti bermasalah dalam bertingkah laku. "Mengawasi anak bermasalah bisa dilakukan saat mereka sedang istirahat atau bermain," imbuh Borba.

Selamat Tidur, Sayang....

Rabu, 17 Maret 2010


Mengantarkan si bayi tertidur tak semudah yang dibayangkan. Ada hal-hal yang harus diperhatikan. Apa sajakah?

Pastikan...
Mengenali Tanda-Tanda Kantuk
Menggosok mata, menangis, gerakan tersentak-sentak, dan menguap merupakan tanda-tanda si kecil mulai mengantuk. Bayi yang sudah amat kelelahan memiliki kesulitan untuk bisa nyaman tertidur. Maka, sebelum ia sulit tidur, pastikan Anda selalu memerhatikan tanda-tanda tadi. Anak yang sudah makin besar akan menunjukkan tanda-tanda ceroboh, manja dan lekat pada orangtua, dan hiperaktif.

Ketahui Bahwa Waktu Tidur Bayi Sangat Panjang
Bayi butuh waktu tidur sekitar 16 jam per hari, hanya terbangun untuk makan dan mengganti popok atau baju yang basah. Semakin ia bertumbuh, waktu tidurnya akan berkurang di siang hari dan makin lama di malam hari. Ketika menginjak usia 6 bulan, bayi seharusnya bisa tidur sepanjang malam dan tidur siang sekitar 2-3 kali. Memasuki usia usia setahun, bayi cukup tidur siang sekali atau dua kali per hari dan tidur sekitar 11 jam di malam hari.

Beri Makan, Istirahat, Baru Tidur Siang
Adalah hal yang alami untuk bayi tertidur usai diberikan susu. Saat memberikan susu sebelum tidur bagi bayi yang baru lahir adalah waktu untuk membentuk ikatan yang baik. Namun, jika terlalu lama diberikan susu hingga ia tertidur, maka hanya itu cara yang ia pelajari untuk bisa tertidur. Cobalah untuk memberi jeda dari memberikan susu dengan tidur siang, bahkan jika hanya terpisah beberapa menit saja. Misal, dengan membacakan dongeng atau bersenandung sebelum ia pulas tidur, dan Anda sudah menarik botolnya.

Perpanjang Tidur Siang
Apakah si bayi mudah mengantuk? Apakah usianya lebih dari 6 bulan dan tidur siangnya masih terputus-putus (sekitar 20 menit per rentang tidur siangnya). Coba dorong si kecil untuk tidur siang lebih lama. Caranya, di jam yang biasanya ia tidur siang, coba ajak ia bermain atau buat ia agar tidak langsung jatuh tidur. Agar si kecil bisa belajar tidur lebih lama, idealnya 1-2 jam per tidur siang dan bisa tidur lebih nyenyak di malam hari.

Buat Rutinitas Sebelum Tidur Siang
Ciptakan rutinitas sebelum tidur siang dan jalankan terus sebisa mungkin. Bantu si bayi tidur lebih nyenyak dengan:
- Menidurkannya di siang hari pada waktu yang sama setiap hari.
- Menghindari tidur siang yang terlalu sore. Jika si bayi mengalami kesulitan untuk tertidur di malam hari, percepat waktu tidur siang, atau bangunkan dia dari tidur siangnya lebih cepat (hati-hati membangunkannya).
- Selalu menggunakan tempat tidurnya sendiri saat ia akan tidur di malam hari dan saat tidur siang, agar ia mengasosiasikannya dengan waktu untuk tidur.

Biasakan Tertidur Sendiri
Setelah beberapa minggu, mulailah membiasakan bayi untuk tertidur sendiri di tempat tidurnya, tak perlu harus tertidur di pelukan Anda baru dipindahkan. Saat ia terlihat sudah mulai cukup mengantuk, taruh ia di tempat tidurnya. Ini akan mengajarnya untuk tertidur dengan sendirinya dan tidak lagi tergantung untuk digendong, digoyang, atau diberi makan. Ini juga membantunya untuk belajar kembali tidur jika ia terbangun di malam hari.

Pikirkan Kemanan
Pindahkan bayi jika ia tertidur di tempat yang tidak aman. Ini termasuk sofa, tempat tidur orang dewasa, atau di lantai. Selalu taruh bayi tertidur dalam keadaan telentang untuk menghindari Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Jauhkan selimut, bantal, boneka, bantal pengaman, dan barang-barang lembut jauh dari area tidur bayi. Jangan biarkan si bayi tidur dekat anak kecil yang lebih besar atau binatang peliharaan.

Hindari...
Membangunkan Bayi
Bagaimana jika bayi tertidur di car seat-nya? Angkatlah car seat-nya. Ia bisa menyelesaikan tidur siangnya di sana. Anda tak perlu membangunkannya untuk memindahkannya ke tempat tidurnya. Biasanya, dalam keadaan pulas, akan lebih mudah untuk memindahkan si bayi.

Terburu-buru Mendatanginya Setiap Saat
Bersin, cegukan, menghela napas, bahkan sedikit suara seperti menjerit adalah suara yang umum saat tertidur. Jadi, Anda tak perlu selalu berlarian menuju tempat tidurnya untuk mengangkatnya. Bahkan terbangun dan menangis sedikit bisa jadi hanya berarti bahwa si bayi sedang berusaha mencari tempat nyaman. Tunggulah beberapa saat sebelum mengeceknya, kecuali Anda berpikir bahwa ia benar-benar sedang tidak aman, tidak nyaman, atau lapar.

Warna Busana Muslim Untuk Pria

Jumat, 12 Maret 2010
Tak kalah dengan wanita pria juga harus mampu berdandan ( tapi jangan terlalu berlebihan), hal ini perlu karena untuk menjaga kebersihan dan penampilan agar terlihat rapid an bersahaja. Apalagi kalau hari raya sang pria wajib dan harus memakai BUSANA MUSLIM. Nah, bagi yang sudah berumah tangga mungkin tidak begitu sulit karena sudah ada sang istri yang membantunya untuk memilih mungkin membelikan BAJU MUSLIM, karena biasanya para pria ga begitu suka mode dan peduli.

Untuk para istri perlu diperhatikan dalam memilih baju untuk sang suami. Kualitas sudah tentu, nah yang lainnya adalah warna jangan terlalu norak. Jangan samakan ketika Anda membelikan diri sendiri dengan membelikan suami, warna yang netral untuk pria adalah putih, coklat agak muda, abu – abu. Jagan pernah Anda memilih warna kuning atau orange, sangat tidak pas. Apalagi kalau dipakai saat hari raya. Dan buat suami Anda senyaman mungkin, bilaperlu ajak dia saat Anda belanja agar sesudah sampai barangnya di rumah, sang suami protes.

Resiko Hamil bagi Pengidap Diabetes

Senin, 01 Maret 2010


Apa benar bila seorang wanita yang mengidap diabetes kemudian hamil, bisa mengalami keguguran atau bayinya lahir dalam keadaan cacat? Apakah hal ini bisa dicegah?" (Pertanyaan dari Sarah, via email)

Ya, apabila kehamilan terjadi ketika kondisi gula darah Anda dalam keadaan tidak terkontrol. Risiko janin Anda yang sedang terbentuk itu untuk menderita cacat bawaan memang akan menjadi lebih tinggi. Bahkan, jika kelainan yang terjadi ternyata sangat parah, ini bisa berakibat terjadinya keguguran atau kematian janin. Namun, hal ini tidak akan terjadi apabila gula darah Anda sudah dapat terkendali.

Perlu diketahui, kadar gula darah yang tinggi bisa merusak metabolisme sel-sel embrionik. Dan, selanjutnya, berpengaruh pada organogenesis atau pembentukan organ yang sangat penting, yang terjadi pada trimester awal kehamilan. Untuk mencegahnya, tidak ada jalan lain. Anda perlu mengontrol gula darah agar tetap dalam batas normal.

Narasumber: Dr Caroline Tirtajasa, SpOG, dokter spesialis kandungan dan penyakit kandungan RS Omni Medical Centre, Pulomas, Jakarta

Si Kecil Kesengsem Gurunya?

Minggu, 28 Februari 2010

Duh, kesalnya, meski mulut kita sudah berbusa meminta si kecil untuk membereskan mainannya, ia tak juga mengindahkannya. Eh, sekalinya patuh, ia bisa-bisanya berkata, "Oke, aku beresin. Soalnya kata pak guru, kalau habis main, semuanya harus dibalikin ke tempat semula."

Lho, bukankah kita juga bilang begitu selama ini? Apakah anak-anak sekecil ini pun sudah menganut paham, yang penting bukan apa yang dibicarakan tapi siapa yang berbicara?

Guru dan dokter
Guru dan dokter merupakan figur istimewa bagi anak-anak. Di usia 3-5 tahun, si kecil sudah bisa menilai kepandaian seseorang. Guru yang kerap mengajarinya banyak hal: bernyanyi, mewarnai, berbicara bahasa Inggris, hingga olahraga, masuk kategori pandai. Demikian pula dengan dokter yang mampu mengobatinya kala sakit. Lantaran guru dan dokter adalah orang pandai, ia akan sangat percaya dengan apa yang dikatakan mereka.

Jangan lupa, kebiasaan kita mengutip ucapan guru atau dokter juga menguatkan persepsi anak bahwa sosok guru dan dokter merupakan orang-orang yang bisa dipercaya dan dipatuhi. "Ayo, makan. Dokter kan bilang kamu harus banyak makan supaya cepat besar!" Atau, "Ingat apa yang dibilang bu guru? Sebelum berangkat sekolah kamu harus sarapan!"

Cara kita melarang tanpa alasan jelas dengan gaya yang membuat anak tersudut dan merasa tidak dihargai akan membangun kesan negatif pada diri anak.

Sosok idola
Masih ada beberapa alasan mengapa anak lebih percaya dan patuh terhadap guru atau dokter, seperti:

Lebih sabar
Selain mengetahui guru dan dokter adalah orang-orang pandai, anak pun kerap terkagum-kagum akan perilaku mereka yang penyabar, penuh senyum, penyayang, dan kerap membantu orang yang sedang membutuhkan. Kekaguman itu akan membuat anak mengidolakan mereka.

Dibandingkan kita yang kerap kehilangan kesabaran saat menasihati mereka, guru atau dokter biasanya menyampaikan sesuatu dengan cara yang sangat bersahabat, yang membuat anak merasa nyaman. Pada gilirannya, rasa nyaman ini menumbuhkan kedekatan anak dengan figur tersebut.

Rasa takut
Namun tak hanya pengidolaan, ketakutan pun bisa menjadi penyebab kepatuhan anak pada kata-kata guru atau dokter. Kita lah yang terkadang membangun persepsi yang menakutkan pada kedua profesi itu. "Kalau tidak mau makan nanti dimarahi bu guru, lho!" Atau, "Kamu mau disuntik dokter atau makan?"

Kata-kata yang berlebihan itu tentu dapat membuat anak-anak prasekolah bergidik. Kalau sikap guru atau dokter yang ditemuinya memang dingin dan kaku, atau anak pernah mengalami pengalaman buruk (misal, kesakitan kala disuntik) akan semakin mengukuhkan ketakutan anak.

Pendekatan berbeda
Pendekatan guru atau dokter kepada anak umumnya akan berbeda dengan orangtua. Profesionalitas akan mendorong guru atau dokter mencari cara agar pendekatan yang dilakukan pada seorang anak bisa berhasil (dalam arti anak merasa nyaman dan mau mengikuti keinginan mereka). Apabila pendekatan yang dilakukan orangtua amat bertolak belakang (misal orangtua kerap tidak sabar, kata-katanya tak lembut, terkesan memerintah dengan ekspresi marah) maka "kebanting lah" sosok orangtua.

Ingat, kemampuan anak-anak prasekolah sudah berkembang. Tanpa perlu diperintah, ia sebenarnya tahu kalau ia harus mandi, harus makan, harus cuci tangan, dan sebagainya. Ketika orangtua memerintah layaknya seorang raja, makan anak kerap tak patuh.

Cara Cepat Mengatasi Morning Sickness

Rabu, 24 Februari 2010

Trimester pertama adalah saat paling menyulitkan bagi ibu hamil. Sebab saat itu morning sickness atau mual-muntah di pagi hari sedang parah-parahnya. Tak jarang, tidak ada satu makanan pun yang sanggup Anda telan. Jangankan nasi, makanan kecil pun sulit untuk Anda kunyah.

Namun bila Anda ingin cara lain untuk mengatasi morning sickness, trik yang ditawarkan oleh ParentsConnect.com ini bisa Anda coba:

1. Utamakan makanan berkarbohidrat yang ringan, seperti keripik kentang, biskuit sayur, atau biskuit beraroma lemon yang akan membuat rasa eneg menghilang. Makanan ini kaya akan gula penghasil energi, serta kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Usai makan keripik kentang, minumlah air jeruk manis. Kombinasi asin-asam ini bisa mengenyahkan rasa mual.

2. Makan makanan yang mengandung jahe, karena jahe punya rasa pedas yang akan menghilangkan rasa mual. Anda bisa mencoba memasukkan sepotong jahe dalam sup. Mengudap biskuit jahe atau permen jahe juga boleh dilakukan.

3. Vitamin B6 (harus dengan resep dokter), yang biasanya diajurkan untuk kehamilan trimester pertama dengan gejala morning sickness yang parah.

4. Minyak lavender atau minyak lemon. Masukkan kedua jenis minyak esensial ini ke dalam botol kecil untuk dihirup saat Anda merasa mual, atau usapkan sedikit di pergelangan tangan. Aromaterapi bisa membuat Anda dan perut Anda rileks.

5. Bedakan saat minum dan makan. Memang Anda harus minum air putih minimal 8 gelas per hari. Namun Anda tidak harus meminumnya bersamaan saat makan. Kadang-kadang mual bisa dihindari dengan mengganti minuman dengan makanan. Atau, minumlah satu jam sebelum atau sesudah makan.

6. Makan makanan berkarbohidrat. Bentuknya tidak harus nasi, tetapi juga biskuit, roti bakar, atau sereal kering.

7. Siapkan es, air dan perasan jeruk lemon, kemudian blender. Minuman ini bisa menghilangkan dehidrasi; selain itu efek lemon juga menghilangkan rasa mual karena rasa asamnya.

Tambal Gigi Warna-Warni

Rabu, 17 Februari 2010


Mengajak anak ke dokter gigi memang bukan hal yang gampang. Apalagi untuk melakukan perawatan khusus, seperti menambal atau mencabut gigi. Masuk ke dalam ruangan serba putih dan berbau obat saja mereka sudah takut. Apalagi harus mendengar suara bor gigi, atau memasang tambalan gigi yang prosesnya cukup lama.

Untuk menarik hati anak, Anda mungkin bisa menawarkan tambal gigi berwarna-warni. Teknik ini disebut Colourful Filling. ''Caranya sama dengan penambalan gigi pada umumnya, tetapi bahan tambalan giginya kami buat berwarna-warni. Dengan demikian, bisa menarik perhatian anak, dan mereka tidak ketakutan,'' jelas Dr Enrita Dian, SpKGA, dari Klinik Ultimo Estetika, beberapa waktu lalu.

Selain untuk memberi kesan lebih cantik, tambalan gigi berwarna-warni ini juga bisa mempermudah orangtua untuk mengecek, apakah tambalan gigi sudah rontok atau hilang. ''Karena warnanya mencolok, cara ini juga mempermudah orangtua untuk mengetahui apakah sudah saatnya memperbaiki tambalan,'' imbuhnya.

Tambalan gigi ini dijamin aman untuk gigi anak. Bahkan tambalan jenis ini bisa bertahan cukup lama. ''Semua tergantung anaknya. Kalau ia rajin merawat gigi dengan menggosok gigi, tambalan bisa bertahan hingga setahun. Tapi kalau malas, umumnya, tambalan akan jadi rapuh karena asam dalam mulut kemudian jadi retak dan gompel,'' jelasnya.

Sementara itu, tambalan beraneka warna ini bisa dipilih sesuai dengan warna kesukaan anak. Enrina menyarankan agar orangtua membawa anak-anak untuk memeriksakan gigi secara rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Maklum, anak-anak lebih sering mengalami problem gigi daripada orang dewasa, disebabkan kegemaran mereka makan permen atau gula-gula.

Melahirkan Lebih Mudah dengan Cara Jongkok

Kamis, 04 Februari 2010


Anda pasti akan menggelengkan kepala saat melihat cara suku pedalaman atau mereka yang jauh dari peradaban melahirkan bayi mereka.

Rata-rata mereka menggunakan cara yang ekstrem untuk melahirkan. Ada yang berdiri, duduk, atau bahkan jongkok. Namun Anda percaya tidak, cara yang mereka lakukan ini ternyata justru mempermudah cara melahirkan.

''Awalnya saya juga merasa bingung saat melihat proses melahirkan seperti itu. Si ibu berdiri dan berpegangan pada sebuah tiang. Tapi setelah saya mengambil pendidikan lagi, ternyata cara mereka ini baik,'' ujar dr Judi Januadi Endjun, SpOG, ahli obstetri dan ginekologi dari RSPAD, dalam talkshow dan senam yophyta yang digelar oleh Anmum Materna di Balai Sudirman, Jakarta, Sabtu (20/2/2010).

Judi mengatakan bahwa cara melahirkan yang paling baik adalah dengan berdiri, jongkok, menungging, atau miring. Cara ini membuat bayi mudah lahir karena mengikuti gaya gravitasi bumi. Ia juga mengatakan, cara yang masih terbilang ekstrem di dalam negeri itu akan mencegah bahaya kematian bayi. Sedangkan melahirkan dengan tidur terlentang justru akan memperlambat proses melahirkan.

''Posisi terlentang akan membuat bayi harus menanjak menuju ke jalan keluar rahim. Jalur rahim menjadi bergelombang,'' ujar Judi pada Kompas Female.

Cara terlentang akan menimbulkan perobekan yang besar pada lubang vagina, yang menyebabkan rahim menekan pembuluh dalam yang menuju jantung pada bayi. Akibatnya, bayi bisa kekurangan oksigen. Tak jarang bayi yang dilahirkan tidak menangis, atau meninggal akibat kekurangan oksigen.

Judi juga menyarankan agar ibu hamil kerap melakukan pekerjaan yang bisa merangsang kerja otot panggul seperti berjalan dan olahraga, agar kelahiran bayi jadi lebih mudah. Sebab sebenarnya, untuk melahirkan kerja ibu untuk mengejan hanya 10 persen dari keseluruhan proses kelahiran. Sedangkan sekitar 90 persennya adalah kerja dari otot panggul yang secara langsung akan mendorong bayi keluar dari rahim saat pembukaan jalur lahir sudah cukup.

Kakak dan Adik Kok Berantem Terus?

Kamis, 28 Januari 2010


Salah satu ulah yang sering dilakukan anak-anak kita adalah bertengkar dengan saudara kandungnya sendiri. Ulah ini sudah pasti membuat kita pusing. Jalan keluar apa yang seharusnya kita pilih?

Menurut Dr Richard C. Woolfson, yang menulis buku Mengapa Anakku Begitu?, penyebab pertengkaran kakak-adik adalah rasa cemburu. Sebuah riset bahkan menguatkannya dengan mengatakan bahwa pertengkaran juga berkaitan dengan jarak usia kakak-adik yang terlalu dekat.

Hukuman yang tepat kita berikan kepada kedua anak kita adalah melarang menonton televisi, baik si adik maupun kakak. Bisa juga melarang keduanya untuk menikmati camilan yang kita simpan di dapur. Sebagai gantinya, mereka harus menyelesaikan tugas yang kita berikan. Misalnya, mengharuskan mereka merapikan mainan dan menaruhnya di tempat penyimpanan mainan secara bekerjasama.

Meskipun demikian, bukan berarti dalam setiap pertengkaran kita harus mengintervensi, sebab pertengkaran kecil bukanlah kapasitas kita untuk ikut campur. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri dan saling meminta maaf. Jika tidak, konsekuensinya mereka tak bisa lagi bermain atau bercanda bersama. Bahkan, tak bisa saling berbagi apa yang mereka punya.

Pentingnya Pemeriksaan Dalam

Jumat, 22 Januari 2010


Periksa Dalam (PD) merupakan pemeriksaan rutin dalam ilmu kebidanan dan kandungan selain inspeksi (pemeriksaan dari luar). Pada dasarnya pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kehamilan dan kelainan lain pada organ reproduksi, sehingga berbagai risiko atau dampak negatif pada kehamilan yang muncul bisa ditangani.

Untuk memantau kehamilan, PD umumnya dilakukan pertama kali pada usia kandungan sekitar 34-36 minggu. PD dilakukan dokter untuk menilai kapasitas atau ukuran panggul, apakah tergolong cukup luas, sedang, atau sempit untuk dilalui janin. Dengan begitu, dokter dapat memprediksi apakah persalinan dapat dilakukan normal atau tidak.

PD dilakukan kembali pada usia kehamilan 38-40 minggu, dan menjelang persalinan. Saat itu, Anda biasanya mulai mengalami mulas secara teratur. Kali ini PD bertujuan untuk memantau atau menilai kemajuan persalinan, besarnya pembukaan mulut rahim, sudah mencapai pembukaan berapa, atau sejauh mana pembukaannya. PD juga dilakukan untuk memantau bagaimana turunnya bagian tubuh janin ke dalam rongga panggul. Dokter juga akan memeriksa kondisi air ketuban, bagaimana selaput ketuban, apakah masih utuh atau sudah pecah.

Deteksi masalah lain
PD umumnya tidak perlu dilakukan di awal kehamilan atau trimester pertama. Tetapi PD dapat dilakukan bila ada indikasi atau Anda mengalami keluhan yang mengarah pada kecurigaan adanya kelainan atau gangguan. Misalnya, munculnya keputihan tidak normal yang disertai bau, gatal, dan berwarna. Selain itu juga kalau Anda mengeluhkan keluarnya lendir yang membuat Anda merasa tak nyaman, atau flek-flek yang dikhawatirkan terjadinya keguguran.

Pada kesempatan ini, PD dilakukan selain untuk mencari tahu apa penyebabnya juga untuk menilai seberapa banyak lendir keputihan ada di jalan lahir, apakah masih dalam taraf normal atau tidak.

PD juga bisa dilakukan ketika terjadi perdarahan selama kehamilan, misalnya perdarahan dari rahim yang bisa berdampak buruk pada kehamilan. PD kali ini bertujuan mencari dimana sumbernya, dan apa penyebabnya sehingga dapat segera ditentukan apa tindakan atau terapi yang mesti dilakukan.

Di luar kehamilan dan persalinan, PD juga dapat dilakukan bila diduga terjadi kelainan vagina (apakah terdapat radang, luka, tumor atau kanker bibir rahim), keadaan bibir rahim (kering, licin, terbuka/tertutup), dan cairan dari rongga rahim (adanya darah atau keputihan).

Narasumber: dr Irsyad Bustamam, SpOG, dari RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta

Agar Tak Nyeri Saat Periksa Dalam

Rabu, 13 Januari 2010


Periksa Dalam (PD) merupakan pemeriksaan rutin dalam ilmu kebidanan dan kandungan selain inspeksi (pemeriksaan dari luar). PD terdiri atas vaginal touch (colok vagina) dan inspekulo (melihat saluran kelamin luar dengan menggunakan alat spekulum). Pada dasarnya pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kehamilan dan kelainan lain pada organ reproduksi, sehingga berbagai risiko atau dampak negatif pada kehamilan yang muncul bisa ditangani.

Menurut dr Irsyad Bustamam, SpOG, dari RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta, biasanya sebelum PD dokter akan memberitahu Anda agar tidak kaget atau tegang, terutama jika Anda baru pertama kali mengalami PD. Untuk Anda yang sebelumnya pernah mengalami PD, mungkin lebih mampu mempersiapkan dirinya untuk rileks.

Anda kemudian diminta bersikap santai sambil menarik nafas agar rileks. Dengan menciptakan kondisi seperti itu, maka ketika diperiksa otot-otot tubuh akan lunak, lentur, dan mengendur, termasuk otot-otot di sekitar vagina. Alhasil, alat spekulum atau jari tangan dokter tidak terasa sehingga rasa sakit berkurang. Dengan bersikap rileks, gangguan di daerah rahim bisa lebih mudah dideteksi. Begitu pun, misalnya ada infeksi atau benjolan di jalan lahir, dokter akan mudah merabanya.

Sebaliknya, bila Anda merasa tegang atau takut, secara refleks otot-otot di sekitar paha akan menutup ke dalam. Padahal, posisi kedua paha sebaiknya dalam posisi cukup terbuka. Pun, otot-otot sekitar vagina akan mengerut. Ujung-ujungnya, dokter akan kesulitan untuk memeriksa bagaimana bagian dalam vagina. Begitu pun Anda jadi merasa tak nyaman bahkan bisa lebih sakit atau nyeri saat dilakukan PD.

Sebab itu, percayakan pada dokter sepenuhnya akan pemeriksaan yang dilakukannya, karena pasti sesuai profesi dan etika kedokteran yang disandangnya. Dengan dukungan Anda dan komunikasi yang baik dengan dokter, niscaya dokter akan melakukan PD secara cermat dan teliti. Agar suasana lebih nyaman, tak ada salahnya meminta didampingi suami, ibu, atau ibu mertua saat pemeriksaan.

Beda Folat dan Asam Folat

Jumat, 01 Januari 2010


Ibu hamil, maupun perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, biasanya disarankan untuk mengonsumsi asam folat. Entah itu dalam bentuk susu yang mengandung asam folat, suplemen asam folat, maupun folat yang dalam bentuk bahan makanan alami. Sebenarnya, apa sih beda antara folat dan asam folat? Benarkah konsumsi asam folat secara rutin bisa meningkatkan risiko kanker? Apa pula yang dimaksud dengan asam folat sintetis?

Folat dan asam folat sama-sama bagian dari vitamin B, yang penting bagi pertumbuhan sel dan metabolisme tubuh. Bedanya, asam folat adalah vitamin sintetis dari folat. Keduanya diperlukan untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia.

Folat banyak ditemukan pada sayuran berwarna hijau seperti bayam, brokoli, terung, kacang-kacangan, dan buah-buahan seperti alpukat dan buah kiwi. Sedangkan asam folat biasanya tersedia dalam bentuk suplemen atau tergabung dalam multivitamin buatan lainnya.

Kebutuhan kita akan folat dan asam folat meningkat pada masa awal kehamilan. Penelitian membuktikan, konsumsi suplemen asam folat pada kehamilan dapat mencegah terjadinya cacat saraf (neural tube defect - NTD) pada janin.

Penelitian seputar efek asam folat dan kanker menimbulkan kontroversi. Ada yang mengatakan, asam folat bisa menurunkan risiko kanker. Di lain pihak, disebutkan asam folat justru meningkatkan risikonya, bila dikonsumsi dalam dosis besar. Riset seputar pendapat terakhir ini masih berlanjut. Dan, ada baiknya kita mengonsumsi asam folat hanya pada saat sedang butuh. Misalnya, sewaktu hamil atau mengalami anemia.

Narasumber: Dr Alyya Siddiqa, SpFK, dokter spesialis farmakologi klinik dan dosen di departemen Farmakologi FKUPN "Veteran" Jakarta.

 

Browse